Minggu, 21 November 2010

MENGENAI JAVA SCRIPT>>

javascript adalah sebuah teknologi yang sekarang sangat dikenal dan melekat pada teknologi web. Seperti halnya HTML, Javascript telah menjadi standar bagi pengembangan website. Disertakan dalam halaman HTML sebagai salah satu cara untuk menambahkan interaktivitas bagi HTML yang sifatnya statis, tidak mengizinkan pemrograman dan hal-hal yang berhubungan dengan logika.
Javascript telah berkembang dengan baik dan diterima sebagai standar bahasa pemrograman pada website. Faktanya, saat ini javascript bukan hanya sekedar sebuah bahasa scripting untuk kebutuhan web, melainkan sudah benar-benar menjadi bahasa yang diterima oleh semua browser, dapat berjalan pada berbagai Sistem Operasi (multi-platform), dan menjadi bahasa pemrograman yang multiguna. Hal ini bukan karena javascript dibuat dan dikembangkan sebagai bahasa pemrograman pada browser, akan tetapi lebih disebabkan oleh sifatnya yang fleksibel, expresif, dan menjadi bahasa yang dapat dipergunakan dengan mudah, baik oleh programmer amatir maupun para professional.
Dengan keberadaan internet seperti sekarang ini, kita dapat mengucapkan terimakasih pada teknologi website yang menghadirkan kemampuan dan kekuatannya untuk berbagai keperluan dalam kehidupan kita, namun kita juga harus berterimakasih kepada Javascript sehingga kita dapat melihat teknologi website yang memiliki kemampuan dan kekuatannya seperti sekarang.
SEJARAH JAVASCRIPT
Javascript pertama kali dibuat sebagai sebuah pengembangan bagi Netscape yang bernama Mocha. Javascript diciptakan pertama kali oleh seorang programmer bernama Brendan Eich yang pada saat itu menciptakan sebuah tambahan kecil untuk memberi kemampuan merespon pada halaman web, terutama bagi form-form website. Netscape dan Sun Microsystems yang mengembangkan Javascript pada saat itu tidak mengarahkan kemampuan baru tersebut untuk mengubah syntax HTML yang telah ada beserta strukturnya yang telah kompleks. Dengan demikian, sebuah bahasa scripting telah lahir, hidup dan berkembang, bertahan hidup hingga saat ini.
Pada bulan Desember 1995, javascript mulai diperkenalkan pada browser Netscape versi 2.0B3. Sebelum peluncuran edisi resminya, namanya bukanlah Javascript melainkan LiveScript. Pada masa itu, bahasa ini banyak dikritik karena kurang aman, pengembangannya terkesan terburu-buru, dan tidak ada pesan kesalahan yang ditampilkan ketika kita membuat kesalahan pada program.
Pada bulan Maret 1996, Netscape 2.0 dilepas ke pasaran dengan versi awal bahasa Javascript. Bulan Agustus 1996 Microsoft meluncurkan Internet Explorer 3.0 dengan fitur yang sama bernama Jscript dengan beberapa tambahan kecil untuk perbaikan.
Bulan Juni 1997, sebuah Badan Standarisasi Internasional bernama ECMA menyetujui untuk meluluskan permintaan Netscape agar bahasa tersebut menjadi bahasa standar. Versi standar bahasa tersebut kemudian dikenal dengan nama ECMAScript (ECMA – 262) dan telah mengalami revisi sebanyak 4 kali sejak tahun 1997 hingga tahun 2009.
Melihat pada sejarahnya, wajar apabila sekarang timbul kebingungan mengenai perbedaan antara JAVASCRIPT, ECMAScript, dan Jscript. Singkatnya, ECMAScript mengacu pada versi yang telah distandarisasi dan dipublikasikan, sedangkan JavaScript dan Jscript lebih merupakan dialek atau implementasi dari bahasa standar tersebut. Namun, seperti halnya merek dagang, nama JavaScript akan tetap melekat pada nama bahasa tersebut, sehingga kita lebih mengenal nama Javascript daripada ECMAScript.
Javascript sering disandingkan dan disalahtafsirkan dengan Java. Hal ini disebabkan oleh nama awalnya yang sama, padahal keduanya berbeda. Sebagai contoh, Java dikembangkan dengan berdasarkan pada Class, sedangkan Javascript hanya berdasarkan pada Object. Javascript adalah bahasa yang dibangun sebagai sebuah bahasa yang sederhana, ringan, dan berdayaguna, sedangkan Java dikembangkan sebagai lingkungan pemrograman yang lengkap. Pengembang yang ingin menggunakan fitur-fitur yang canggih dari Java ke dalam Javascript, biasanya akan berhadapan dengan perbedaan-perbedaan ini.
Javascript saat ini tidak hanya digunakan pada halaman-halaman web. Setelah ECMA melakukan standarisasi, maka bahasa ini kemudian banyak diterapkan sebagai bahasa scripting bagi berbagai jenis teknologi seperti Flash, Adobe Acrobat, Microsoft .NET, dan bahkan dipakai untuk menuliskan widget (aplikasi kecil untuk kegunaan sehari-hari) pada desktop komputer. Tidaklah mengherankan apabila ECMAScript mengalami revisi berkali-kali dalam jangka waktu yang relatif pendek – hal ini menyebabkan para pembuat browser harus memperbarui softwarenya secepatnya meskipun banyak pula yang kurang setuju dengan arah pengembangannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar