Minggu, 21 November 2010

Aplikasi yang Menggunakan JavaScript


Seperti sudah dibahas sebelumnya, Javascript atau ECMAScript bukan hanya ditempatkan di halaman web, melainkan di berbagai aplikasi. Tidak mengherankan apabila memiliki bentuk yang berbeda tergantung pada aplikasi apa ia ditempatkan.
Berikut ini adalah contoh-contoh di mana teknologi javascript ditempatkan :
Browser Internet
Browser Internet adalah di mana Javascript berasal dan menjadi platform utamanya. Javascript dapat dijalankan bersamaan dengan halaman web atau bahkan dalam bentuk plug-in seperti pada Firefox. Javascript yang dikembangkan untuk kebutuhan internet tentu harus dapat dijalankan pada berbagai browser internet. Tiga target utama biasanya adalah browser Firefox, Internet Explorer, dan Safari.
Javascript pada browser internet akan dijalankan dengan baik meskipun pada Operating System yang berbeda. Tidak ada perbedaan antara Mac atau PC. Namun, akan sedikit rumit ketika harus diaplikasikan pada platform mobile seperti handphone atau game console. Kebanyakan ponsel menggunakan browser Opera, seperti halnya browser pada Nintendo Wii. Blackberry menggunakan browser dan javascript enginenya sendiri, sedangkan Apple i-Phone menggunakan Safari yang telah dirampingkan.
Salah satu keputusan kunci ketika menuliskan Javascript untuk kebutuhan platform mobile adalah performa tak terukur yang ditawarkan oleh peralatan-peralatan ini. Dalam kasus ini, sangatlah penting untuk menerapkan kode-kode yang memiliki tingkat performa yang tinggi.
Server-Side Javascrip
Meskipun dikembangkan dalam aturan yang berbeda, Javascript telah banyak diterapkan sebagai bahasa server-side scripting, seringkali dipergunakan untuk menampilkan halaman web. Dikembangkan pertama kali oleh Netscape pada tahun 1996 sebagai bagian dari produk Enterprise Server 3.0 dalam bentuk fitur bernama LiveWire. Sekarang banyak server-side framework yang menerapkan Javascript, beberapa di antaranya menggunakan interpreter open source seperti Rhino atau spiderMonkey. Microsoft menggunakan interpreter (bernama Jscript) pada browser dan .NET . Bahkan framework ASP buatan Microsoft pun menawarkan Jscript sebagai bahasa yang dapat dipergunakan. Meskipun saat ini sangat sedikit programmer yang memilih Jscript ketika menulis program menggunakan .NET , akan tetapi Jscript tetap hidup pada produk-produk dari vendor lainnya.
Action Script dan Flash
ActionScript diperkenalkan pada Macromedia Flash Player 5 sebagai perbaikan terhadap fitur scripting pada Flash sebelumnya. Tujuannya adalah untuk memungkinkan adanya gerakan dan perilaku buatan berdasarkan pada input oleh pengguna. ActionScript adalah sebuah implementasi lengkap dari ECMAScript versi pertama yang mengijinkan pemrograman bergaya procedural dan Object Oriented. Pada saat Adobe menggantikan Macromedia, ActionScript 2.0 dirilis sebagai implementasi draft ECMAScript versi 4.
Saat ini, ActionScript diterapkan pada Flash dan Flex, yang dipergunakan oleh sejumlah besar pengembang professional.
Adobe Integrated Runtime (AIR)
Adobe Integrated Runtime (AIR) adalah sebuah teknologi yang relatif baru. Diperkenalkan oleh Adobe sebagai bagian dari kumpulan aplikasi mereka. Adobe AIR menawarkan pengembangan aplikasi yang memiliki sifat lintas-platform menulis-satu kali, dan berjalan di manapun, dengan fokus utama pada kemudahan integrasi dengan web. Pengembang dapat menuliskan programnya dalam FLEX atau HTML dengan Javascript yang kemudian dapat dikompilasi untuk dapat berjalan pada Operating System MacOSX, Windows, atau Linux.
Produk Adobe Lainnya
Adobe Dreamweaver – Javascript dipergunakan untuk membuat plug-in.
Adobe Acrobat – Javascript dipergunakan untuk kustomisasi Interface.
Adobe InDesign.
Desktop Widget
Melihat popularitas widget pada Apple Dashboard, atau Yahoo dengan widget Konfabulator, dan Microsoft Gadget untuk Vista, jelaslah bahwa Javascript menjadi bahasa yang baik dan layak dipilih dalam mengembangkan desktop dan dashboard untuk berbagai keperluan. Widget dapat berupa sebuah jam, kalender, pembaca berita, image slideshow atau berupa sebuah game puzzle yang sederhana. Dalam banyak kasus, widget-widget tersebut umumnya dibangun menggunakan kombinasi dari Javascript, CSS, HTML, dan XML. Mengingat berbagai keterbatasan yang dimiliki oleh Javascript, misalnya untuk system file, maka widget tersebut umumnya berjalan sebagai sebuah halaman web yang kecil. Widget pada Apple Dashboard memiliki kemampuan tambahan dari penggunaan elemen Canvas untuk urusan grafis, karena ditampilkan dengan menggunakan engine Webkit milik Safari.
Nah, mengingat banyak kelebihan yang dimiliki oleh Javascript, sangatlah dianjurkan apabila ingin menjadi web developer kita mempelajari Javascript. Sifatnya yang fleksibel dan sintaksnya yang memiliki banyak kemiripan dengan bahasa pemrograman lain seperti ActionScript, PHP, Java, dan bahasa lain turunan bahasa C, akan memudahkan kita untuk mempelajarinya secara cepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar